tanggal 1 Mei 2009, saya ada perjalanan dinas ke Yogyakarta. Disana saya dan tim dari kantor berkoordinasi dengan rekan-rekan yang ada di kantor gubernuran Pemda DIY (sorry enggak sebut nama instansinya secara langsung, ini adalah blog pribadi) dan setelah dari gubernuran, kami semua bergerak menuju Rumah Sakit Ghrasia yang berada di Kaliurang. intinya sih, setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan, perut sudah tidak bisa kompromi lagi. kebetulan juga sudah waktunya makan siang.
akhirnya kita semua keliling Yogyakarta untuk mencari makan siang, dan sampailah di Dapur Sambal (bukan promosi loh yaaa....lagipula enggak tau nama daerahnya dimana)....makan siang saat itu benar makan siang kesiangan yang paling hebat. seumur hidup baru kali itu makan banyak banget sampai-sampai susah untuk berhenti. setelah kekenyangan sampai-sampai perut buncit lagi (wakakakakak.....) kita langsung pulang menuju hotel.
nah di dalam perjalanan menuju hotel (lagi-lagi saya enggak tahu nama jalan dan daerahnya), sewaktu kita berhenti di lampu merah, tiba-tiba mata saya melihat sesuatu yang aneh tapi lucu.....silahkan liat sendiri di fotonya. foto itu sama sekali enggak direkayasa dan saya berani jamin 68% bahwa foto itu asli.....
kok bisa-bisanya di daerah yang memang sudah menjadi tempat tujuan wisata itu, sampai-sampai pihak pemerintah daerah tidak sadar kalo ada yang salah disitu dan lokasinya pun berada di tempat terbuka sedangkan di sisi lain kota Yogyakarta juga dikenal sebagai Kota Pelajar. memangnya segitu susahnya kah untuk translate 4 suku kata tersebut.....perasaan tukang becak di Yogya banyak yang jago ngomong pake bahasa Inggris deh....wakakakakak.....
maaf untuk kawan-kawan dari Yogyakarta, saya sama sekali tidak bermaksud untuk menyindir, menghina atau mengejek. sumpah saya enggak ada maksud sama sekali. tapi tolong diperhatikan yang satu itu, walaupun terlihat kecil tapi efeknya bisa sangat luas. sudah waktunya bangsa ini kembali mengedepankan budaya malu terlebih lagi di kandang sendiri......
akhirnya kita semua keliling Yogyakarta untuk mencari makan siang, dan sampailah di Dapur Sambal (bukan promosi loh yaaa....lagipula enggak tau nama daerahnya dimana)....makan siang saat itu benar makan siang kesiangan yang paling hebat. seumur hidup baru kali itu makan banyak banget sampai-sampai susah untuk berhenti. setelah kekenyangan sampai-sampai perut buncit lagi (wakakakakak.....) kita langsung pulang menuju hotel.
nah di dalam perjalanan menuju hotel (lagi-lagi saya enggak tahu nama jalan dan daerahnya), sewaktu kita berhenti di lampu merah, tiba-tiba mata saya melihat sesuatu yang aneh tapi lucu.....silahkan liat sendiri di fotonya. foto itu sama sekali enggak direkayasa dan saya berani jamin 68% bahwa foto itu asli.....
kok bisa-bisanya di daerah yang memang sudah menjadi tempat tujuan wisata itu, sampai-sampai pihak pemerintah daerah tidak sadar kalo ada yang salah disitu dan lokasinya pun berada di tempat terbuka sedangkan di sisi lain kota Yogyakarta juga dikenal sebagai Kota Pelajar. memangnya segitu susahnya kah untuk translate 4 suku kata tersebut.....perasaan tukang becak di Yogya banyak yang jago ngomong pake bahasa Inggris deh....wakakakakak.....
maaf untuk kawan-kawan dari Yogyakarta, saya sama sekali tidak bermaksud untuk menyindir, menghina atau mengejek. sumpah saya enggak ada maksud sama sekali. tapi tolong diperhatikan yang satu itu, walaupun terlihat kecil tapi efeknya bisa sangat luas. sudah waktunya bangsa ini kembali mengedepankan budaya malu terlebih lagi di kandang sendiri......

7/05/2009 2:03 PM
saya aja baca versi bahasa indonesianya gak ngerti maksudnya. "ke kiri ikuti lampu". kayaknya ini bahasa alay ya di. wakakakak
Post a Comment